Langsung ke konten utama

Misteri hilangnya uang receh kita

Kawan, pernahkan anda memperhatikan akhir-akhir ini  uang pecahan seribu rupiah mulai langka ? Tidak hanya uang pecahan seribu kertas saja, tetapi hampir semua. Baik pecahan baru maupun lama, baik uang kertas maupun logam kini sukar sekali kita temui.



Salah satu teman saya pernah, Ahmad Fauzi berkata bahwasanya kini mencari uang receh seperti uang seribu begitu sulit dicari. Ketika membeli nasi goreng yang seharga Rp. 9000 dan membayarnya dengan uang Rp. 20.000 maka
sang penjual nasi goreng akan bertanya apakah ada uang pas. Bila ada uang pas ? jika tak ada biasanya penjual meminta uang dua ribu agar digenapkan.

Tak hanya pada penjual nasi goreng, nyaris semua penjual dan pemilik toko kini kesulitan memberi kembalian dengan pecahan seribu. Biasanya bila tak ada uang pecahan seribu banyak yang menggunakan uang pecahan lima ratus atau dua ratus rupiah, itu sudah termasuk "beruntung" karena pada kenyataannya pembeli malah diberi kembalian permen.

Melihat kondisi seperti ini, wajar bila kita bertanya-tanya akan hilangnya uang receh kita ? Padahal kini uang emisi baru pecahan seribu bergambar Tjut Meutia telah digadang-gadang menggantikan uang seribu bergambar Kapitan Pattimura yang akan ditarik dari peredarannya, kini keduanya juga susah dicari.





Bila kita merunut pada sejarah yang terdahulu, misteri hilangnya  uang receh kita bisa saja adalah pengulangan kejadian yang sama manakala tengah terjadi masa transisi pergantian emisi. Masih ingatkah kita akan pergantian uang lima ratus kuningan diganti dengan yang aluminium ?

proses penarikan uang kadang memerlukan waktu yang cukup panjang dan berkelanjutan.  Tidak dapat dilakukan secara instan, untuk penarikan uang yang beredar memerlukan waktu antara tiga hingga lima tahun agar benar-benar menyebar secara merata. Dalam masa transisi inilah yang menjadi saat rawannya uang receh menghilang.

Kita tahu uang pecahan receh kadang dipandang sebelah mata.  Kadang dibuang dan terlindas oleh roda kendaraan di atas aspal hitam. Kadang terjatuh di selokan atau tergeletak di kotak infaq. Namun kala masa transisi, recehan seakan menjadi barang langka yang sangat dicari.

Oleh karena itu, ada hikmah yang dapat kita ambil, bahwa sesuatu yang kecil kadang sangat berarti bila hal itu telah hilang. Kita mungkin meremehkan uang receh karena nilainya kecil, akan tetapi, menurut pengamatan saya di dunia  numismatik, justru uang receh jauh dihargai lebih mahal dibanding yang lain  karena jumlah cetakannya banyak yang hilang meski dahulu telah membanjiri  kehidupan sehari-hari.

Jadi, jagalah uang receh kita sebagaimana kita mencintai orang yang terkasih.  Karena kita tak tahu apa yang akan terjadi kelak, bisa saja apa yang kita simpan hanya menjadi barang pajangan belaka.  [Ky. H]

Komentar

  1. Uang seribuan mungkin sedang ditimbun para tukang parkir, Bang XD. Di Bogor banyak btw kalo mo nyari uang koin 1000-an.. Mungkin distribusi kurang merata kali yaa..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Eksotisme si koin bimetal

Pernahkah kawan membayangkan punya koin yang berwarna-warni ? Mungkin bagi kawan yang suka dengan uang kertas pasti lebih mudah menemukannya. Tetapi lain cerita bila mencarinya tentang koin yang berwarna, yang jamak dalam keseharian kita adalah koin yang terbuat dari dua koin yang dipadukan menjadi satu, namanya koin bimetal. Bahan dasar koin yang jamak di masyarakat ini menggunakan bahan logam yang terdiri dari satu jenis, misalkan dari nikel, kuningan, aluminium, maupun perunggu. Namun seiring perkembangan zaman teknik pembuatan koin semakin beragam dan tak hanya terbuat dari logam  yang jenisnya monoton.  Mengutip dari website Balkoin bakul koin.com tentang koin bimetal yang eksotis. Dua dekade yang lalu pernah diperkenalkan varian koin yang terbuat dari dua logam yang dijadikan satu keping. Dimana dua bahan yang  berbeda warna dan jenis dicetak menjadi satu padu sehingga nampak mencolok karena sepintas terlihat seperti dua lingkaran yang lingkaran luar disebut cinci...

Koin nusantara masih berjaya

Hampir disetiap tempat di dunia pasti mempunyai koinnya sendiri dengan detail dan ciri khas tersendiri. Koin persia cenderung tebal dan berbobot, koin eropa yang penuh ukiran, uang kekaisaran cina yang sederhana dan berlubang. Di kawasan nusantara sendiri juga memiliki koin yang lain daripada yang lain. Hampir ditiap jengkal wilayah pasti punya koin yang berbeda satu sama lain, koin di pulau jawa akan berbeda dengan di pulau sumatra. Namun dari perbedaan tersebut ada beberapa kesamaan yang terkandung pada koin-koin ini. Koin nusantara cenderung ringan dan dominan gelap. Hal ini disebabkan karena bahan dasar dalam pembuatannya menggunakan bahan dasar logam yang cenderung lebih besar dibanding bahan pengikatnya. Selain itu, koin nusantara termasuk jenis koin yang langka karena jumlah penyebarannya masih lokal dan jumlah cetakannya cukup minim dibanding koin lainnya. Hal itu terjadi karena saat itu penjajah mulai menguasai daerah-daerah di nusantara. Sehingga penyebarannya sengaja diba...